Pendampingan Kader Kesehatan Remaja dengan Modul dalam Peningkatan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja cenderung mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko dari perbuatanya tanpa diimbangi dengan pertimbangan yang matang. Akibatnya remaja termasuk kelompok penduduk yang mempunyai resiko besar terhadap akibat perilaku yang mungkin dampaknya akan ditanggung seumur hidupnya. Pemerintah telah menjalankan program PIK-KRR yang bertujuan meningkatkan perilaku kesehatan remaja menjadi lebih baik. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan realitas perilaku seksual dan resiko seksual yang dihadapi remaja karena :

(1)pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi yang sudah diberikan pada jenjang SMP lebih menitikberatkan pada aspek biologis semata; 

(2) masih adanya anggapan bahwa seksualitas merupakan hal yang tabu untuk diberikan di sekolah;

(3) pendidikan cenderung menekankan pada bahaya dan resiko seks pranikah dari sudut pandang moral dan agama.

 (4) pendidikan belum memandang aspek pentingya relasi gender dan hak remaja dalam kesehatan reproduksi dan seksual remaja.

Penjelasan modul oleh ketua tim pengabdian

Untuk meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja dibentuk kader kesehatan yang menjadi peer counceling bagi para remaja terkait permasalahan kesehatan reproduksi yang terjadi dikalangan remaja kgussunya SMK. Untuk meningkatkan skill dari para kader yang sudah terbentuk ini maka dilakukan pembinaan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, bimbingan teknis, serta supervise melalui media modul sebagai alat untuk meningkatkan ketrampilan kader kesehatan yang sudah terbentuk. Universitas dr. Soebandi Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pendampingan Kader Kesehatan Remaja dengan Modul dalam Peningkatan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja” dengan ketua pengabdian pada Masyarakat adalah Ibu Kustin, S.KM, M. Kes dibantu anggota Ibu Yuni Handayani, SST, M. Kes dan dua orang mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun kegiatan dilaksanakan di SMK dr. Soebandi pada bulan Mei hingga Juni 2024. 

Pembinaan dan Pendampingan Kader Kesehatan Remaja
Pendampingan Kegiatan ke 2

Melalui kegiatan ini diharapkan para kader remaja yang sudah di damping mampu menularkan dan menjadi konselor pada teman-teman sebayanya dalam upaya peningkatan upaya promotif dan preventif utamanya maslaah kesehatan reproduksi yang masih banyak terjadi di kalangan remaja. Oleh karena hal tersebut, Untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan perlu dilakukan pembekalan dini secara terpadu lintas program dan lintas sektor yang terkait. Dalam bidang kesehatan program yang terkait peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas upaya generasi muda dalam peningkatan status kesehatan dan produktifitasnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan remaja, selain itu bisa mengajak teman-teman yang lain untuk berperilaku hidup sehat. Agar tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.