Pengabdian Masyarakat

Irwina Angelia Silvanasari, S.Kep., Ns., M.Kep

Agregat berdasarkan usia yang rentan menderita penyakit tidak menular: hipertensi yakni agregat lansia. Kerentanan yang dimiliki oleh agregat lansia ini sayangnya tidak selaras dengan perilaku penatalaksanaan hipertensi yang dialami. Lansia dengan hipertensi hanya minum obat jika merasakan sakit atau ada kondisi ketidaknyamanan dalam tubuhnya, sehingga perilaku penatalaksanaan hipertensi pada lansia ini menjadi penting untuk ditingkatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini berupa “Tanggap Hipertensi melalui Peningkatan Perilaku Manajemen Perawatan Diri pada Agregat Lansia dengan Hipertensi”.

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah Kabupaten Jember yang termasuk dalam area rural atau pedesaan. Hal ini selaras dengan visi dan misi Program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi.

Pada hari Kamis, 19 Juni 2025, segenap dosen dari Departemen Keperawatan Komunitas, Keluarga, dan Gerontik melakukan kegiatan edukasi kesehatan dan peningkatan keterampilan kesehatan dengan tema “Tanggap Hipertensi melalui Peningkatan Perilaku Manajemen Perawatan Diri pada Agregat Lansia dengan Hipertensi”. Edukasi kesehatan ini merupakan keberlanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya yang rutin kami lakukan setiap tahun. Kegiatan ini bekerjasama dengan mahasiswa Program Studi Profesi Ners yang sedang melaksanakan stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga di wilayah setempat. Kegiatan peningkatan keterampilan ini mengacu pada indikator manajemen perawatan diri. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari edukasi strategi diet, edukasi dan demonstrasi aktifitas fisik, serta demonstrasi teknik manajemen stress pada agregat lansia dengan hipertensi. Kegiatan tanggap hipertensi ini secara keseluruhan berlangsung selama 4 minggu yang diawali dengan pretest tekanan darah sebelum, pemberian intervensi, dan posttest tekanan darah di akhir minggu keempat untuk melihat keberhasilan pemberian intervensi yang diberikan. Kegiatan pengabdian masyarakat  ini dihadiri oleh lansia, keluarga, dan tokoh masyarakat setempat. Antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan pemberian intervensi cukup tinggi. Peserta mampu memahami materi yang diberikan dan mampu mendemonstrasikan kembali terapi yang diajarkan. Akhir minggu keempat didapatkan adanya penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.

Irwina Angelia Silvanasari, S.Kep., Ns., M.Kep selaku ketua kegiatan pengabdian masyarakat menjelaskan bahwa hipertensi dapat dikendalikan dengan pengobatan rutin, kontrol rutin ke pelayanan kesehatan, dan menerapkan perilaku manajemen perawatan diri hipertensi. Besar harapan kami, lansia dengan hipertensi dapat selalu melakukan diet hipertensi, aktivitas fisik, dan manajemen stress sebagai upaya pengendalian hipertensi.