Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober, untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa.HKJS tahun 2022 ini merupakan peringatan yang ke-28 mengusung tema ”Make Mental Health and Well Being for all a Global Priority‘ atau ”Jadikan kesehatan mental untuk semua sebagai prioritas global”.Peringatan HKJS merupakan salah satu momentum untuk mengkampanyekan bahwa semua orang berhak mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas dan perlunya upaya bersama berbagai pihak untuk mencegah dan mengendalikan masalah kesehatan jiwa.

Mengutip dari jargon yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” menandakan bahwa kesehatan mental perlu dipandang sebagai sesuatu yang penting sama seperti kesehatan fisik. Mengenali bahwa kesehatan merupakan kondisi yang seimbang antara diri sendiri, orang lain dan lingkungan membantu masyarakat dan individu memahami bagaimana menjaga dan meningkatkannya.

Mental health corner merupakan salah satu media yang dapat diakses oleh remaja dalam meningkatkan derajat kesehatan mental. skrining dan edukasi yang  ada dalam kegiatan mental health corner memberikan fasilitas dan peluang bagi remaja untuk mengenal lebih jauh kesehatan mental dan bagaimana menguatkan koping dalam menghadapi stressfull sehari-hari. Kegaiatan mental health corner hadir dengan inovasi dimana remaja akan bisa melakukan skrining secara mendiri terkait kesehatan mental serta mempu megakses pelayanan kesehatan jika nanti membutuhkan guna meningkatkna status kesehatan mental.

Dosen depertemen keperawatan Jiwa Universitas dr. Soebandi Jember dalam hari Kesehatan Jiwa Dunia ikut berkontribusi dengan mempromosikan kesehatan mental dengan mengadakan kegiatan pengabadian masyarakat di MAN 2 Jember dengan mengusung kegiatan mental health corner dengan beberapa kegaiatan yang menarik yaitu skrining, konsultasikeseahatan jiwa, terapi assertiveness dengan slogan”Stay Calm” dan kegiatan terapi aktivitas kelompok terapeutik.

Kegiatan mental health corner dilakukan oleh Universitas dr. Soebandi bekerja sama dengan MAN 2 Jember dimana kegiatan ini langsung disambut baik oleh kepala sekolah Drs. Riduwan  Bersama dosen depertemen jiwa yaitu Ns. Zidni Nuris Yuhbaba, S.Kep.,M.Kep, Ns. M.Elyas Arif Budiman S.Kep.,M.Kep dan Ns. Wahyi Sholehah Erdah Suswati, S.Kep.,M.Kep. kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk upaya kepedulian terhadap kesehatan mental pada remaja.

Kesehatan mental yang baik bukan hanya dilihat dari tidak adanya masalah kesehatan mental yang didiagnosis, melainkan berhubungan dengan well-being seseorang. Well-being adalah sebuah konsep yang lebih luas dibanding kesehatan mental. Walaupun begitu, keduanya memiliki keterkaitan. Gangguan yang terjadi pada kesehatan mental remaja dapat memberikan dampak pada keseluruhan well-being remaja, sebaliknya well-being yang buruk dalam bentuk apapun dapat menjadi resiko terhadap kesehatan mental. Kesehatan mental remaja melibatkan lebih dari masalah medis. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti adanya faktor sosial ekonomi. Masalah kesehatan mental dapat muncul di berbagai area mulai dari ranah individu seperti penyalahgunaan zat, kejahatan, kekerasan, kehilangan produktivitas hingga bunuh diri.

MENTAL HEALTH CORNER, ASSERTIVE WITH STAY CALM, DAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK DALAM UPAYA DITEKESI DINI KESEHATAN JIWA REMAJA PADA HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober, untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa.HKJS tahun 2022 ini merupakan peringatan yang ke-28 mengusung tema ”Make Mental Health and Well Being for all a Global Priority‘ atau ”Jadikan kesehatan mental untuk semua sebagai prioritas global”.Peringatan HKJS merupakan salah satu momentum untuk mengkampanyekan bahwa semua orang berhak mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas dan perlunya upaya bersama berbagai pihak untuk mencegah dan mengendalikan masalah kesehatan jiwa.

Mengutip dari jargon yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” menandakan bahwa kesehatan mental perlu dipandang sebagai sesuatu yang penting sama seperti kesehatan fisik. Mengenali bahwa kesehatan merupakan kondisi yang seimbang antara diri sendiri, orang lain dan lingkungan membantu masyarakat dan individu memahami bagaimana menjaga dan meningkatkannya.

Mental health corner merupakan salah satu media yang dapat diakses oleh remaja dalam meningkatkan derajat kesehatan mental. skrining dan edukasi yang  ada dalam kegiatan mental health corner memberikan fasilitas dan peluang bagi remaja untuk mengenal lebih jauh kesehatan mental dan bagaimana menguatkan koping dalam menghadapi stressfull sehari-hari. Kegaiatan mental health corner hadir dengan inovasi dimana remaja akan bisa melakukan skrining secara mendiri terkait kesehatan mental serta mempu megakses pelayanan kesehatan jika nanti membutuhkan guna meningkatkna status kesehatan mental.

Dosen depertemen keperawatan Jiwa Universitas dr. Soebandi Jember dalam hari Kesehatan Jiwa Dunia ikut berkontribusi dengan mempromosikan kesehatan mental dengan mengadakan kegiatan pengabadian masyarakat di MAN 2 Jember dengan mengusung kegiatan mental health corner dengan beberapa kegaiatan yang menarik yaitu skrining, konsultasikeseahatan jiwa, terapi assertiveness dengan slogan”Stay Calm” dan kegiatan terapi aktivitas kelompok terapeutik.

Kegiatan mental health corner dilakukan oleh Universitas dr. Soebandi bekerja sama dengan MAN 2 Jember dimana kegiatan ini langsung disambut baik oleh kepala sekolah Drs. Riduwan  Bersama dosen depertemen jiwa yaitu Ns. Zidni Nuris Yuhbaba, S.Kep.,M.Kep, Ns. M.Elyas Arif Budiman S.Kep.,M.Kep dan Ns. Wahyi Sholehah Erdah Suswati, S.Kep.,M.Kep. kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk upaya kepedulian terhadap kesehatan mental pada remaja.

Kesehatan mental yang baik bukan hanya dilihat dari tidak adanya masalah kesehatan mental yang didiagnosis, melainkan berhubungan dengan well-being seseorang. Well-being adalah sebuah konsep yang lebih luas dibanding kesehatan mental. Walaupun begitu, keduanya memiliki keterkaitan. Gangguan yang terjadi pada kesehatan mental remaja dapat memberikan dampak pada keseluruhan well-being remaja, sebaliknya well-being yang buruk dalam bentuk apapun dapat menjadi resiko terhadap kesehatan mental. Kesehatan mental remaja melibatkan lebih dari masalah medis. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti adanya faktor sosial ekonomi. Masalah kesehatan mental dapat muncul di berbagai area mulai dari ranah individu seperti penyalahgunaan zat, kejahatan, kekerasan, kehilangan produktivitas hingga bunuh diri.

One Reply to “MENTAL HEALTH CORNER, ASSERTIVE WITH STAY CALM, DAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK DALAM UPAYA DITEKESI DINI KESEHATAN JIWA REMAJA PADA HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA”

  1. Losing weight had always felt impossible, but this remarkable product made it happen. From 100kg to a fit 70kg, I now feel more confident than ever. click here to embrace a healthier you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *