Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyerang organ tubuh tertentu serta dapat menyebar pada organ tubuh lainnya (American Cancer Society, 2017). Berdasarkan data WHO pada tahun 2018 terdapat sekitar 9.6 juta kematian dikarenakan kanker, hal ini menjadikan kanker menempati posisi kedua dengan tingkat mortalitas tertinggi secara global. Selain itu WHO menyebutkan bahwa 1 dari 6 orang meninggal dikarenakan kanker.Kemoterapi merupakan salah satu tatalkasna pasien kanker dengan menggunakan antineoplastic yang bertujuan untuk membunuh sel – sel tumor / kanker dengan cara mengganggu fungsi dan reproduksi seluler

Adapun beberapa efek samping kemoterapi yang sering dikeluhkan pasien antara lain mual dan muntah, anoreksia, alopecia, kelelahan/fatigue, neuropati, gangguan gastrointestinal kerusakan kulit serta supresi sumsum tulang sehingga akan berdampak pada aktivitas sehari – hari pasien.

 Perawatan kemoterapi yang ada di Rumah sakit Baladhika Husada Jember memiliki daya tampung sebanyak 21 pasien per hari. Jenis kanker yang paling banyak mendapatkan kemoterapi di ruang unit kemoterapi ialah kanker payudara. Banyaknya dampak negative yang muncul selama pasien menjalani kemoterapi merupakan masalah utama yang sangat mengganggu, membahayakan, bahkan dapat mengakibatkan pasien putus pengobatan..

Menurut Hendra Dwi cahyono S.Kep., Ns., M.Kep “salah satu kunci utama keberhasilan Program tatalaksana Kanker ialah motivasi pasien, dan support system yang bagus meliputi keluarga, lingkungan dan perawat”

Pengetahuan tentang kemoterapi merupakan salah satu hal yang penting dan harus diketahui oleh pasien pasien kanker khususnya tentang cara mengatasi efek samping dari kemoterapi. Oleh karena itu diperlukan sebuah program alternative untuk meningkatkan kualitas perawatan dan hasil pengobatan pasien. Pengetahuan pasien yang kurang tentang efek samping dan perawatan kemoterapi dapat mengakibatkan pasien beresiko tinggi untuk masuk rumah sakit kembali (readmission).

Ina martiana S.Kep., Ns., M.Kep menambahkan “ pentingnya kepatuhan pasien terhadap jadwal kemoterapi merupakan salah satu factor penting dalam meningkatkan prosentase kesembuhan pasien” .

Penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di ruang unit kemoterapi Rumah Sakit Baladhika Husada oleh Hendra Dwi Cahyono, S.Kep., Ns., M.Kep, dan Ina Martiana S.Kep., Ns., M.Kep. selaku Tim Dosen ilmu keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr.Soebandi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada Bagaimana meningkatkan pengetahuan pasien terkait kemoterapi, pembentukan support system yang adaptif untuk pengobatan pasien dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatasi efek samping dari kemoterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan perawat ruangan kemoterapi dan juga mahasiswa ilmu keperawatan Fakultas ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan antara lain melakukan pendampingan dengan konseling dan pendidikan kesehatan pada pasien kemoterapi secara kontinu, pembentukan support system yang adaptif untuk pasien dengan meningkatkan kesadaran dan peran perawat, serta keluarga dalam proses perawatan pasien, penggunaan media tepat guna (Buku saku mengatasi dampak kemoterapi) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan self management pasien. Pembentukan kelompok – kelompok kecil sebagai percontohan pada pasien yang lain agar semua pasien memiliki motivasi yang tinggi, kepercayaan diri yang baik, serta efikasi diri untuk mengikuti pengobatan kemoterapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *