INOVASI OLAHAN TANAMAN MENJADI PRODUK MAKANAN BERGIZI DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESA CANGKRING BEBAS STUNTING

Pengurangan stunting anak adalah yang pertama dari 6 tujuan dalam Target Gizi Global untuk tahun 2025 dan indikator utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kedua dari Zero Hunger. Prevalensi stunting anak di Indonesia tetap tinggi selama dekade terakhir, dan di tingkat nasional sekitar 37%. Konsekuensi dari kejadian stunting pada anak bersifat langsung dan jangka panjang dan termasuk peningkatan morbiditas dan mortalitas, perkembangan anak yang buruk dan kapasitas belajar, peningkatan risiko infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, dan penurunan produktivitas dan kemampuan ekonomi.

Keterpaparan populasi terhadap faktor-faktor penentu Stunting pada anak dan kebutuhan untuk menargetkan dan menyesuaikan intervensi dengan yang paling rentan. Ada banyak kemungkinan penyebab stunting di Indonesia, termasuk faktor terdekat seperti status gizi ibu, praktik menyusui, praktik pemberian makanan pendamping, dan paparan infeksi serta faktor penentu distal terkait seperti pendidikan, sistem pangan, perawatan kesehatan, dan air dan sanitasi. infrastruktur dan layanan.

Praktik pemberian makan yang kurang optimal pada masa bayi ditambah dengan beban ekonomi  yang rendah juga memprediksi pertumbuhan anak yang buruk. Menanggapi hal tersebut, Fakultas ilmu Kesehatan Universitas dr.Soebandi bekerja sama dengan pemerintah Desa Cangkring dan Perawat Puskesmas Jenggawah untuk memberikan inovasi layanan untuk kader dan ibu dengan anak resiko stunting, termasuk pemantauan dan promosi pertumbuhan, distribusi mikronutrien esensial, dukungan bagi ibu untuk memberi makan bayi mereka secara aman dan memadai, serta skrining.

Layanan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr.Soebandi Jember Bersama dengan dosen dari program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi S1 Farmasi yaitu Ns, Prestasianita Putri, S.Kep.,M.Kep, Ns, M.Elyas Arif Budiman, S.Kep.,M.Kep, Ns, Anita Fatarona, S.Kep.,M.Kep dan Apt. Linda Setyaningrum, S.Farm.,M.Farm Mengusung tema “Optimal Health Program dalam Upaya Mewujudkan Desa Cangkring Bebas Stunting”. Implementasi kegiatan ini adalah pemanfaatan tanaman dan hasil pertanian yang ada didesa cangkring dalam upaya mengatasi masalah stunting pada anak.

Beberapa tanaman yang di Inovasi menjadi makanan untuk anak  dalam pencegahan stunting adalah daun kelor, temu lawak dan labu, dimana olahan dari tanaman tersebut di buat sajian yang unik, enak bermanfaat. Didalam pengenalan pemanfaatan tanaman untuk pencegahan stunting dilakukan di Balai Desa dikemas dalam kegiatan Pendidikan Kesehatan dan demonstrasi pengolahan tanaman. Kegiatan ini diikuti oleh ibu yang memiliki anak dengan risiko stunting dan para kader Kesehatan di Desa Cangkring. Salah satu satu peserta yaitu ibu Sofi mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk ibu yang memiliki anak dnegan risiko stunting untuk bisa memanfatakan tanaman sekitar dioleh menjadi makanan yang berigizi dan tentunya murah dan mudah untuk di aplikasikan. Kegiatan pengabdian masyarakat juga di hadiri oleh bapak Kepala desa Cangkring, dimana kepala desa menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan kedatangan tim dari Universitas dr.Soebandi sangat dibutuhkan untuk bisa membantu desa cangkring dalam mewujudkan desa bebas stunting, bapak kades berharap kegiatan ini berlangsung secara kontinu kedepannya. Selain itu acara ini juga di dampingi oleh Ibu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Yaitu ibu Apt. Linda Setyaningrum, S.Farm., M.Farm baliau juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya dari Fakultas Ilmu Kesehatan dalam mengaplikasikan visi misi fakultas dan juga keikutsertaan Fakultas dalam uapaya meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat terutama di Desa Cangkring.

One Reply to “Pengabdian Masyarakat Dosen”

  1. Semoga Fikes dan dosennya kedepannya banyak memberikan manfaat untuk masyarakat, sejauh ini FIKES udah kerennn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *